Saya disini lagi mau nulis review 2 situs yang kebetulan lagi sering saya gunakan. Saya share disini karena ada beberapa temen yang suka nanya, sekalian  mungkin ada yang tertarik buat terjun di bisnis ini juga.  Since I have a empty house now, I think about how to make money from my property. First question, mau di sewakan tahunan/harian? Saya udah pernah sewain tahunan ke mahasiswa, hampir 3 tahun. Not bad, karena udah pasti kita punya pemasukan untuk 1 atau 2 tahun ke depan. Tapi untuk perawatan rumah, it’s out of my control. In some cases, banyak rumah yang jadi rusak dan ngga pernah dibersihin. In the end, biaya renovasi jadi lumayan tinggi. So, saya coba-coba buat sewain harian aja, siapa tahu laku. There are many options to rent your property, ie. via airbnb, booking.com, hostelworld, agoda, homeaway, traveloka, airyrooms, reddoorz, Qunar, etc. Finally I choose Airbnb and Booking.com. Why?

First, we should define “my target market”. Beda market, beda pilihan afiliasi. Hostelworld dan homeaway ngga terlalu populer di Indonesia karena kebanyakan usernya adalah foreigner, misal bule-bule backpacker. Ngga banyak hotel/hostel di Indo yang register di hostelworld di banding booking.com. Untuk di China sendiri, yang lebih popular adalah situs Qunar.com. Karena target saya adalah group traveller (domestik/foreigner),  keluarga kecil, mahasiswa, maka jelas pilihan saya tinggal booking.com, traveloka, agoda, dan airbnb.

qunar
Tampilan situs Qunar.com

Second, lokasi property. Good things, host (tuan rumah/penyewa) airbnb di Malang masih belum sebanyak di Jakarta atau di Bali. I think this is good opportunity for me cz I don’t have to compete with too many host in this city. Misalnya di Jakarta, banyak host yang harus banting harga dengan sangat murah karena kompetitornya sudah terlalu banyak, padahal untuk fasilitas apartemen yang dimiliki oke banget, lokasinya juga strategis. Ngga kalah sama hotel bintang 3. Lha kalo saya compete sama yang model begitu, saya bakal kalah donk. Kompetisinya terlalu ketat dan saya ngga bisa dapet banyak profit.

Third, fleksibilitas regulasi. Saya pilih airbnb karena regulasi untuk jadi host lebih simple dibanding yang lain. Kita listing 1 hari langsung selesai. Untuk booking.com, karena ada banyak hal yang harus diisi, mereka juga punya training gratis by phone (kalo kita mau) untuk menggunakan yang “extranet”. Ini adalah semacam admin dashboard untuk host di booking.com. Fitur extranet booking.com memang lebih lengkap dibanding airbnb. Selain itu, di booking.com kita juga perlu approval untuk jadi host yang memakan waktu 1-3 hari. Kalo airbnb approvalnya lebih cepet. Reddoorz sendiri lebih ke jaringan hotel. Untuk join di airyrooms, mereka juga punya standar fasilitas tersendiri, contohnya saya harus pasang logo airyrooms di kamar (bantal, selimut), depan rumah, dll. Dan saya ngga tertarik kalo rumah saya harus dipasang logo-logo begituan.

—————–Based on the reasons above, I choose Airbnb and Booking.com——————–

Booking.com VS Airbnb, what’s the difference?

Profit dan komisi. Banyak yang penasaran di bagian ini. How much the commission do I pay? Saya blak-blakan aja ya..

  • Booking.com. Basically, anywhere from 15%-35% depending on your location, number of rooms, price of rooms, and competition in your area. But I pay 15% (just it). 15% is the most common rate. Komisi tersebut dibayarkan pada bulan berikutnya dimana kita harus transfer ke booking.com sesuai yang tagihan. Kalo tamunya batal dateng ke tempat kita, kita harus segera lapor biar ga dapet tagihan.
  • Booking fee airbnb 20%, plus host service fee 3-5%.  Bukan 23% tapi 20%+3%. Sistemnya mereka langsung potong dari pembayaran tamu. Karena untuk booking di airbnb mereka harus pake credit card. Pembayaran dari tamu kita akan terima setelah 24 jam tamu check in. Yang masuk ke rekening kita sudah bersih. Kita ngga perlu ribet transfer dan bayar lagi.
  • Additional info: Jumlah komisi untuk Traveloka juga kurang lebih sama. Komisi yang diminta adalah 15%. Tapi berdasarkan beberapa info, untuk jadi mitra traveloka prosesnya lebih ribet. Jadi saya ngga nyoba karena saya masih mau lihat progress dari airbnb dan booking.com.

Payout method (menerima pembayaran) :

  • Booking.com bisa cash ataupun virtual credit card.
  • Payout method di Airbnb ada beberapa macam. As a host saya punya beberapa pilihan payout. Saya bikin summary aja, selengkapnya bisa baca disini.
    • Payoneer Bank transfer/debit card (Ini yang saya gunakan). Saya menggunakan dua sistem payoneer, yaitu prepaid mastercard dan bank transfer
      • Payoneer (prepaid mastercard) sistemnya mirip paypal, jadi bisa menerima pembayaran, transfer, belanja dll. Begitu ada pembayaran dari airbnb, akan langsung masuk di akun payoneer saya dan uangnya ngga bisa diambil tanpa kartu yang dikirimkan dari payoneer. Saya mendapatkan kartu yang dikirim dari New York (biasanya sampe ke Indo 1-2 bulan setelah pembuatan akun) dan saya bisa menarik uang saya di jaringan beberapa atm di Indonesia.  Yang mau jual beli di amazon, ebay atau bahkan kerja freelance beberapa situs menggunakan akun dari payoneer. Ngga ribet kok bikin akun disini, yang ribet adalah nunggu kartunya dari New York karena lamaaa banget.
      • Payoneer bank transfer. Disini saya registrasi akun bank saya ke  payoneer. Begitu ada pembayaran dari airbnb, langsung masuk ke rekening bank saya (kebetulan saya pake BCA). Bank-bank lain seperti mandiri dan BNI juga bisa kok. Withdrawal money dari airbnb melalui bank transfer bakal ada delay 3-7 hari setelah pembayaran. Beda sama yang prepaid master bisa langsung diambil pada hari yang sama.
    • PayPal: Saya punya akunnya tapi saya ngga registrasi di airbnb. I think receive payment via payoneer is enough for now.
    • ACH/Direct deposit
    • International wire
    • Western Union
    • AIS debit card

Last, mana yang lebih “ngefek” terhadap listing properti saya. Ini menurut saya paling penting. Dari semua usaha yang kita lakukan, sebenernya situs mana yang lebih bisa menjual property kita? Jawabannya, menurut saya tergantung properti yang dimiliki seperti apa. In my case, properti yg saya pasarkan adalah rumah kosong dan bukan hotel maka yang lebih “ngefek” adalah airbnb. 2 hari setelah saya listing di airbnb, properti saya sudah di booking sama group traveller. Cepet banget!!! Every weekend in September 2017 until early October, my property is booked via Airbnb. Beberapa guest bahkan sudah booking untuk bulan November dan Desember. Hampir sebagian besar booking tersebut dibuat di minggu pertama dan kedua September. Selain itu, dalam tiga minggu, listing saya sudah dilihat sebanyak 300 kali lebih. Buat saya ini achievement, karena saya adalah new player yang baru bermain selama 3 minggu.

statistik airbnb
Statistik airbnb

 

How about booking.com? Fitur “how many people view our listing” ini ngga bisa kita peroleh dari booking.com. Kita cuma bisa lihat statistik yang telah di booking, tapi ngga bisa tau berapa banyak yg sudah view listing kita. FYI : ngga ada yg booking listing saya via booking.com di bulan September. Semuanya via airbnb. Even saya nolak beberapa guest bulan ini karena memang full booked. I’m not saying that booking.com ngga punya kelebihan apapun. Fitur statistik dari extranet booking.com I think much better than airbnb. Jauh lebih lengkap. Kita bisa compare our property vs market.

booking
Fitur analytics di booking.com. Kita bisa compare ranking properti kita vs market

As a conclusion, it’s too early to judge which one is better. But so far, i am more satisfied with airbnb, but I’m looking forward to further progress.

 

Ps*If you want to know further about booking.com, airbnb, payoneer, etc, you can contact me via email yunita.ulinnuha@yahoo.com